yang rendah, segmen pasar). Strategi ini dikembangkan dengan melihat kemampuan organisasi, dan budaya organisasi dan lingkungan (industri, politik, teknologi) perusahaan.
Strategi fungsional (manufaktur dan pemasaran) diformulasikan untuk menjamin bahwa stragi bisnis diimplementasikan dengan suksesa dalam organisasi.
Pembahasan pada bab ini akan focus pada unit bisnis dan strategi fungsional dari organisasi, dan hubungan antara keduanya.
Perencanaan Strategis dan Pertimbangan Manufaktur
Fungsi utama manufacturing dari organisasi adalah konsentrasi dengan aktivitas internal (proses produksi), dan aktivitas lainnya seperti pemasaran termasuk dalam operasional external (kontak dengan kustomer). Selanjutnya, kemampuan manufacturing (internal) dari organisasi tergantung bagaimana efektivitas fungsi pemasaran(external) dapat memuaskan konsumen.
Peran manufacturing dalam proses perencanaan strategi harus mencakup dua tahap umum, yaitu : (1) menetapkan kemampuan manufacturing dan batasannya, dan (2) merumuskan dan mengimplementasikan strategi manufacturing. Manufakturing harus mengadopsi peran strategis (untuk meningkatkan keuntungan kompetitif perusahaan)dan peran pendukung (untuk melayani pasar dan untuk menghasilkan produk yang sesuai) selama setiapa tahap tersebut. Hal ini untuk menjamin bahwa perusahaan tidak kehilangan kesempatan strategis yang bermanfaat dalam manufacturing, dan untuk menjamin bahwa fungsi manufacturing adalah mendukung strategi bisnis perusahaan. Tabel 5.1 ditunjukkan perbandingan antara dua peran dari manufacturing dalam strategi proses formulasi.
Tabel 5.1 Peran Manufaktur dalam Proses Perencanaan Strategi
Menetapkan Kemampuan Manufakturing dan Batasannya
Kemampuan dan batasan dari fasilitas manufacturing perusahaan harus dapat disadari selama strategi proses formulasi. Kemampuan atau kebijakan utama manufacturing merupakan kunci perusahaan untuk bersaing secara lebih efektif. Contoh berikut ...